Berisata Halal Dengan Paket Wisata Pulau Sabang Di Aceh

f:id:accentral:20180707204134j:plain

Setelah memenangkan hadiah di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN), provinsi paling barat Indonesia di Aceh terus mengembangkan pariwisata halal dalam upaya untuk menjadi tujuan wisata kelas dunia.

Pada bulan September 2016 provinsi ini memenangkan tiga penghargaan dalam kategori Bandara Ramah Muslim - diberikan kepada Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Banda Aceh, serta tujuan budaya ramah Muslim terbaik, dan atraksi wisata terbaik untuk Masjid Raya Baiturrahman.

Sejak saat itu, pemerintah provinsi Aceh terus mengembangkan pariwisata halal dan berusaha meningkatkan industri pariwisata untuk memenuhi 3As - Amenity, Aksesibilitas, dan Daya Tarik.

Kementerian Pariwisata telah memutuskan untuk mempromosikan provinsi Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, Jakarta, Jawa Barat, dan Aceh sebagai tujuan wisata halal.

Keputusan untuk mempercepat program pengembangan pariwisata halal adalah karena pasar potensial industri untuk menarik wisatawan dari Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Cina, Rusia, Jerman, Perancis dan Inggris, yang juga memiliki penduduk Muslim.

Pemerintah Aceh telah menetapkan pulau Weh dan daerah sekitarnya sebagai kawasan strategis pariwisata nasional, dan langkah ini menunjukkan komitmennya untuk mempromosikan pariwisata pulau Sabang dan Weh melalui paket wisata sabang di Aceh.

Perairan pulau Weh adalah rumah bagi 133 spesies terumbu karang, menurut sebuah studi tentang terumbu karang yang dilakukan bersama oleh Pusat Penelitian Perikanan dan Kelautan Universitas Syiah Kuala, Pusat Keunggulan ARC untuk Studi Terumbu Karang, James Cook University of Australia , Wildlife Conservation Society, dan Flora and Fauna International.

Hasil penelitian ini menunjukkan keunikan terumbu karang di pulau Weh dan sekitarnya. Hal ini tercermin dalam komposisi spesies, yang merupakan campuran dari spesies terumbu karang Samudra Hindia dan Pasifik, serta spesies yang umum ditemukan di perairan Indonesia.

Keanekaragaman terumbu karang di perairan Pulau Weh mirip dengan pulau Halmahera di Provinsi Maluku Utara.

Perairan Halmahera juga rumah bagi 130 spesies dan terkenal sebagai wilayah terumbu karang yang paling beragam di perairan utara Indonesia.

Pemerintah daerah juga terus meningkatkan frekuensi kedatangan kapal pesiar di Sabang, dan pada tahun 2017, target kami adalah untuk melihat sekitar 30 kapal pesiar membuat persinggahan di kabupaten.

Dengan promosi intensif, provinsi Aceh siap untuk menerima satu juta wisatawan asing dari berbagai negara-negara di Pulau Weh yang terkenal di Sabang pada 2017. Target provinsi Aceh tahun ini adalah menerima satu juta turis asing di Sabang, terutama di Pulau Weh yang indah.

Terus meningkat, dan ini membuktikan bahwa promosi pariwisata telah cukup berhasil. Peningkatan jumlah wisatawan yang mengunjungi Sabang tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan penerbangan langsung antara Medan dan Sabang dan kondisi yang lebih kondusif di provinsi ini. peningkatan jumlah kapal pesiar yang tiba di Sabang, dengan ribuan wisatawan dari berbagai negara, akan berkontribusi untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan .

Dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, terumbu karang di perairan Pulau Weh adalah "unik meskipun memiliki kemiripan dengan yang ada di Laut Andaman".

Jika Pulau Weh dianggap sebagai perwakilan dari Laut Andaman, maka terumbu karang di daerah tersebut harus dilindungi bersama oleh Indonesia, India, Malaysia, Thailand dan Myanmar.

Perlindungan harus diberikan pertama kali di wilayah Segitiga Karang, yang meliputi perairan Filipina di utara, Pulau Solomon di timur, dan Indonesia (provinsi Bali) di barat.

Segitiga Karang adalah rumah bagi 605 spesies terumbu karang, yang mencakup 76 persen dari total jumlah spesies terumbu karang yang tercatat di dunia.

Dengan demikian, Dewan Pengelolaan Daerah Sabang juga mengambil langkah-langkah untuk menjadikan kawasan ini sebagai tujuan wisata internasional di Provinsi Aceh.

"Pemerintah setempat akan terus mempromosikan pulau Weh di Sabang sebagai tujuan wisata dunia untuk menarik semakin banyak wisatawan asing ke daerah itu.

Jumlah kedatangan turis asing ke Sabang telah tumbuh dengan mantap, dan tempat-tempat wisata baru harus dikembangkan di sana untuk menjadikan daerah itu tujuan wisata kelas dunia.

Selain itu, berbagai seni, budaya, olahraga, dan acara lainnya yang diselenggarakan oleh kota harus disebarkan untuk menarik minat wisatawan asing yang mengunjungi Sabang.

"Kami juga terus meningkatkan frekuensi kedatangan kapal pesiar di Sabang, dan pada tahun 2017, target kami adalah untuk melihat sekitar 30 kapal pesiar membuat persinggahan di district.

Dengan promosi intensif, provinsi Aceh siap menerima satu juta turis asing dari berbagai negara di Pulau Weh yang terkenal di Sabang District pada tahun 2017.

Target provinsi Aceh tahun ini adalah menerima satu juta turis asing di Sabang, terutama di Pulau Weh yang indah.

Jumlah wisatawan asing yang mengunjungi Sabang dari tahun ke tahun terus meningkat, dan ini membuktikan bahwa promosi pariwisata telah cukup berhasil.

Lonjakan jumlah wisatawan yang mengunjungi Sabang tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan penerbangan langsung antara Medan dan Sabang dan kondisi yang lebih kondusif di provinsi ini.

Selain itu, peningkatan jumlah kapal pesiar yang tiba di Sabang, dengan ribuan wisatawan dari berbagai negara, akan berkontribusi untuk meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan.